x Klub Sastra Bentang: Patch Adams

Saturday, June 21, 2008

Patch Adams




Penulis: Patch Adams
ISBN: 978-979-24-3827-7
Penerjemah: Ibnu Setiawan
Penyunting: Wendratama

SINOPSIS

Kenalkan Patch Adams, seorang revolusioner sosial. Dokter, badut, pria dengan segudang profesi, Patch adalah pendiri Gesundheit! Institute, klinik pengobatan gratis di West Virginia yang telah merawat lebih dari 15.000 orang. Patch melakukan metode pendekatan hubungan personal kepada pasien untuk membantu mereka sembuh, berbeda dengan pendekatan klinis semata yang selalu diterapkan oleh rumah sakit pada umumnya. Untuk itu, dia memakai hidung badut berwarna merah untuk anak-anak kecil yang sakit ataupun mengajak pasien yang gelisah berjalan-jalan menuruni bebukitan.

Patch berharap dengan adanya dukungan dari seluruh dunia, Gesundheit! Institute akan membangun sebuah rumah sakit gratis untuk siapa pun. Ambisius? Ya. Mustahil? Tidak, bagi mereka yang mengenal Patch. Dua belas tahun pertama (1971-1983), Patch menerima 500-1000 pasien setiap bulan di “rumah sakit”-nya yang buka 24 jam. Pada tahun-tahun itu pula tak seorang pun menyumbang hingga para staf harus mencari pekerjaan sampingan untuk membiayai praktik mereka.

Cerita Patch Adam yang mengagumkan serasa film-film produksi Hollywood—dan memang begitulah kenyataannya. Tapi bagi mereka yang menyukai film Patch Adams dan ingin mengetahui keseluruhan cerita yang menginspirasi film tersebut, buku inilah resep dokternya.

Labels:

4 Comments:

At 11:14 AM, Blogger burnyourselfnow said...

harganya berapa nih :)

 
At 7:31 PM, Blogger Yudhi Herwibowo said...

kog buku ini gak keliatan di gramed ya mas??? emang gak masup gramed ya????

 
At 11:30 AM, Blogger simbahbingung said...

peradaban sastra membuat saya tambah bingung dan semakin penasaran untuk masuk ke dalam wilayah yang sumir, tapi dunia tulis menulis adalah sebuah keharusan, seperti makan, seperti bermimpi dan seperti sedang orgasme.buku seperti yang tertera dalam buku-buku bentang memberi inspirasi untuk menulis novel dan semoga saya bisa melakukannya.

 
At 9:11 PM, Blogger Agus Setiawan said...

GW, pernah nonton filmnya, tapi giliran nyari bukunya susahnya kaya nyari kutu di tubuh kutunya sendiri, di gunung (agung kwitang)stok abis( kata penjaga), 2 minggu kemudian jawaban yang sama masih kudapati.

 

Post a Comment

<< Home