x Klub Sastra Bentang: Enrique's Journey

Friday, November 23, 2007

Enrique's Journey



Petualangan Seorang Anak Di Atas Kereta Api Maut
Demi Bersatu Kembali Dengan Ibunya

Penulis: Sonia Nazario
ISBN: 978-979-1227-05-6
Jumlah halaman: viii + 396 hlmn
Penerjemah: Widi Nugroho
Penyunting: Rahmad Widada, Wendratama
Harga: 48.500 ,-

JENIS BUKU

Sebuah kisah nyata yang dialami banyak anak Latin dalam perjalanan mereka menuju Amerika Serikat. Kisah nyata ini ditulis oleh Sonia Nazario, yang kemudian memperoleh penghargaan Pulitzer untuk karyanya ini.

TARGET PEMBACA

Buku ini ditujukan bagi setiap orang, yang bisa memperoleh inspirasi dari anak-anak Latin ini dalam perjuangan menemukan ibu mereka yang bekerja di Amerika Serikat.

SINOPSIS

Dia bercerita tentang gangster yang menguasai atap kereta api, bandit di sepanjang rel kereta, polisi Meksiko yang berpatroli di stasiun-stasiun kereta api yang memperkosa serta merampok, dan bahaya kehilangan kaki saat naik atau turun dari kereta yang sedang bergerak. Selama perjalanannya di atap api kereta melalui Meksiko, katanya pada saya, dia menyaksikan lima peristiwa di mana migran dibuntungkan oleh kereta api. Dia melihat seorang laki-laki kehilangan separuh kaki saat berusaha naik ke atas kereta. Dia melihat enam gangster menarik pisau mereka dan melempar seorang gadis dari kereta hingga tewas. Suatu kali, dia jatuh dari kereta dan mendarat tepat di samping roda-roda baja yang sedang berputar. “Aku mengira aku sudah mati. Tubuhku sangat dingin,” katanya.

Sonia Nazario, peraih penghargaan Pulitzer tahun 2003 untuk kisah Enrique’s Journey ini, dengan berani melakukan perjalanan itu. Untuk menulis dengan akurat dan penuh nuansa, ia berpendapat bahwa dirinya harus benar-benar mengalami apa yang dirasakan anak-anak Latin saat melakukan perjalanan ilegal menuju Amerika Serikat. Selama berbulan-bulan, saat melakukan perjalanan mengikuti jejak kaki Enrique, seorang anak Honduras yang dipilihnya sebagai contoh kasus, ia hampir terus-menerus hidup dalam bahaya dipukuli, dirampok, atau diperkosa.

Setiap tahun, 48.000 anak seperti Enrique pergi ke Amerika Serikat dengan melakukan perjalanan di atas atap kereta api barang. Mereka menyebutnya Al Train de la Muerte atau Kereta Api Maut. Di perbatasan, untuk menghindari petugas imigrasi, mereka berlarian dan melompat dari gerbong ke gerbong yang sedang melaju. Beberapa pergi berhari-hari tanpa makan. Jika kereta berhenti, mereka merunduk di dekat rel, menangkupkan kedua tangan, dan mengambil beberapa sesap air dari genangan yang telah tercemar minyak disel. Mereka tidur di atas pohon, di rumput-rumput yang tinggi, atau beralaskan daun. Dan, 75% dari anak-anak ini, laki-laki dan perempuan, berani menantang perjalanan maut “hanya” untuk mencari ibu mereka. Beberapa masih bayi saat ibu mereka pergi; mereka mengenal ibu mereka hanya dari foto-foto yang dikirimkan ke rumah. Ya, kerinduan akan ibu-lah yang sanggup membangkitkan hasrat sebesar itu. Tidak mengherankan bila di tangan penulis sebesar Sonia, Enrique’s Journey dianggap sebagai salah satu kisah petualangan terbesar abad dua puluh satu.

TENTANG PENULIS

Sonia Nazario adalah seorang projects reporter untuk Los Angeles Times yang telah lebih dari dua dekade menulis tentang isu-isu sosial. Kisah yang ia tulis mengangkat isu-isu sosial terbesar di AS: kelaparan, kecanduan obat, imigrasi.

Ia telah memperoleh beberapa penghargaan nasional untuk beberapa karya yang ia tulis, terutama kisah Enrique’s Journey ini, yang meraih banyak penghargaan, seperti Pulitzer Prize, George Polk Award for International Reporting, dan Robert F. Kennedy Journalism Award.

Nazario menghabiskan masa kecil di Kansas dan Argentina, dan banyak menulis tentang orang Latin di AS. Ia sekarang tinggal di Los Angeles bersama suaminya.

Labels: ,