x Klub Sastra Bentang: BukuBaru: Tsotsi

Saturday, September 09, 2006

BukuBaru: Tsotsi



Judul: Tsotsi
Penulis: Athol Fugard
Format: 11 x 17,5 cm
ISBN: 979-3062-96- 7
Jumlah halaman: xxiv + 352 hlmn
Penerjemah: Femmy Syahrani
Penyunting: Hermawan Aksan

SINOPSIS

“Tsotsi” adalah suatu gaya. Kaum muda kulit hitam di perkampungan-perkampungan di Johannesburg, karena terpesona oleh film gengster Amerika tahun 1940-an, meniru gaya pakaian serta pembangkangan mereka pada hukum dan ketertiban. “Nyawa itu murah; pistol dan pisau berkuasa di malam hari,” kenang Nelson Mandela dalam autobiografinya, Long Walk to Freedom. “Gengster—disebut sebagai tsotsi—selalu membawa pisau lipat, jumlahnya banyak dan mencolok. Di masa itu, mereka meniru bintang film Amerika dan mengenakan topi fedora dan jas lapis-ganda dan dasi lebar berwarna cerah.” Selain busana, gaya ini juga mengembangkan bahasanya sendiri, tsotsitaal, yakni campuran cair dari frase-frase berbagai bahasa yang digunakan di Afrika Selatan.

Novel ini bercerita tentang kehidupan tokoh Tsotsi, seorang pemuda yang tidak ingat akan nama aslinya, lupa masa kecil dan bagaimana prosesnya hingga ia bisa menjadi seorang gangster yang ditakuti banyak orang di sekelilingnya. Karakter dan hidupnya yang keras-tajam mendadak berubah setelah takdir membawanya berjumpa dengan seorang bayi yatim piatu, bayi yang secara kebetulan “ditemukannya” dan kemudian diasuhnya. Alam pikiran dan keadaan jiwa seorang Tsotsi adalah magic dari novel psikologis ini; perjalanan dan perubahan-perubahan dalam hidupnya sangat kuat, khas Afrika Selatan namun juga sekaligus tipikal kegelisahan seluruh manusia muda di bumi ini.

TENTANG PENULIS

Athol Fugard adalah salah seorang penulis drama terbesar di dunia yang masih hidup. Kariernya merentang selama lima puluh tahun, menulis drama, berakting di panggung dan film, serta menjadi sutradara. Dia pernah bekerja di Afrika Selatan, di dalam dan luar Broadway, serta di London. Beberapa dramanya yang paling terkenal termasuk The Blood Knot, Boesman and Lena, Sizwe Banzi Is Dead, “Master Harold” … and the Boys, Sorrows & Rejoicings, dan yang terbaru, Exits and Entrances. Beberapa film yang pernah diperaninya adalah Gandhi, The Killing Fields, Meetings with Remarkable Men, dan Marigolds in August.

KEUNIKAN Tsotsi:
  1. Menggambarkan hal-hal yang sangat menarik dan khas dari kehidupan masyarakat Afrika Selatan.
  2. Deskripsi dan analisis yang kuat dan menyentuh mengenai politik Apertheid di Afsel serta segala iimplikasinya bagi kehidupan bangsa ini.
  3. Sebuah thriller psikologis yang membuat pembacanya semakin mengenal ruang-ruang di dalam batinnya yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya, novel ini dalam beberapa hal memuat unsur-unsur surealis.
  4. Film yang diangkat dari buku ini (diberi judul sama) memenangkan Piala Oscar untuk kategori film asing terbaik di ajang Academy Award 2006. Nilai-nilai yang dikemukakan dalam novel ini sangat universal dan karenanya abadi.